Dengan semakin ketatnya peraturan lingkungan, persyaratan nasional untuk emisi mesin diesel semakin tinggi, teknologi DPF (filter partikel) dan SCR (reduksi katalitik selektif) sebagai cara efektif untuk mengurangi emisi polutan diesel, telah banyak digunakan di bidang industri.
Asap hitam dan nitrogen oksida (NOx) yang dihasilkan oleh mesin diesel selama pembakaran menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk memenuhi standar emisi yang ketat, teknologi DPF dan SCR muncul untuk mengendalikan emisi partikulat (PM) dan nitrogen oksida.
DPF (Diesel Particulate Filter) adalah perangkat yang dipasang pada sistem emisi mesin diesel, yang digunakan untuk menangkap dan menyimpan partikel dalam gas buang, dan secara efektif mengurangi emisi partikel melalui filtrasi fisik. Sesuai dengan karakteristik gas buang mesin pembakaran internal, pembawa DPF mengadopsi desain modular dan khusus serta desain mekanika fluida profesional (gas buang dapat melewati elemen filter 360 derajat), dan unit dapat dengan mudah dibongkar. Dapat dilepas dan dicuci untuk regenerasi secara fleksibel, perawatan mudah dan cepat, dan kotak penangkap partikel terbuat dari baja tahan karat, dengan masa pakai yang lama dan fungsi pengurangan kebisingan 10-15 dB. Efisiensi pengolahan asap hitam adalah 90%-98%. Dan dilengkapi dengan bypass pengaman, ketika terjadi penyumbatan akibat alarm tekanan balik tinggi, bypass dapat secara otomatis terbuka, untuk memastikan penggunaan yang aman. Setelah bertahun-tahun iterasi, fungsionalitas produk sangat stabil, dapat disesuaikan untuk kondisi mesin apa pun, regenerasi mudah, dan efisiensi pengolahan partikel dalam gas buang adalah 95%.
Sistem SCR adalah teknologi pasca-pengolahan yang mengurangi emisi NOx dengan menyemprotkan zat pereduksi (biasanya larutan urea) ke aliran gas buang untuk mereduksi nitrogen oksida menjadi nitrogen dan air dengan adanya katalis. Sistem SCR membutuhkan kontrol suhu yang tepat dan injeksi zat pereduksi untuk memastikan tingkat konversi yang efisien. Sistem denitrifikasi SCR dapat disesuaikan dengan semua jenis dan daya mesin pembakaran internal, bahan bakar minyak, gas, biogas, gas biomassa, gas, hidrogen, gas tanur kokas, genset, boiler, kiln, tungku pendinginan, tungku anil, dll., pengoperasian dan perawatannya mudah, desain modul unit, perawatan dan penggantian katalis yang mudah, logika kontrol, kalibrasi parameter, dan antarmuka manusia-mesin dapat diselesaikan di lapangan. Di Eropa dan Amerika Serikat, terdapat personel layanan pendukung untuk memberikan dukungan teknis.
Keunggulan peralatan terintegrasi:
1. Hemat ruang: Mengintegrasikan DPF dan SCR ke dalam satu perangkat dapat menghemat ruang pemasangan dan menyederhanakan tata letak sistem pembuangan.
2. Penghematan biaya: desain terintegrasi untuk mengurangi pipa dan konektor tambahan, mengurangi biaya produksi dan perawatan.
3. Kerja sama kolaboratif: Penangkap partikel DPF dapat digunakan sebagai pembawa katalis dalam sistem SCR untuk meningkatkan efisiensi katalitik.
4. Melalui sistem kontrol terpadu, untuk mencapai kontrol yang tepat terhadap regenerasi DPF dan injeksi zat pereduksi SCR.
Peralatan terintegrasi penangkap partikel DPF dan sistem denitrifikasi SCR memberikan solusi yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk pengendalian emisi mesin pembakaran internal, tungku, dan boiler. Dengan kemajuan dan inovasi teknologi yang berkelanjutan, peralatan terintegrasi ini diharapkan dapat memainkan peran yang lebih besar di bidang perlindungan lingkungan di masa depan, berkontribusi pada terwujudnya energi bersih dan perjalanan hijau.
Waktu posting: 12 Juni 2024
