Selama pengoperasian genset diesel, akan dihasilkan banyak gas buang berbahaya yang dapat mencemari lingkungan dan berdampak serius pada kesehatan masyarakat jika tidak ditangani secara efektif. Dengan meningkatnya kesadaran lingkungan dan diberlakukannya kebijakan perlindungan lingkungan nasional, penanganan komprehensif gas buang genset diesel telah menjadi isu penting dalam industri genset.
Gas buang generator diesel terutama mengandung zat-zat berbahaya, seperti sulfur dioksida SO₂, karbon monoksida CO, hidrokarbon HC, partikulat PM, dan nitrogen oksida NOx, yang mengancam lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk mengurangi emisi zat-zat berbahaya ini, serangkaian teknologi pengolahan gas buang telah diterapkan untuk menghilangkan PM dengan menggunakan filtrasi fisik, dan membakar partikel karbon yang ditangkap melalui konverter katalitik untuk mengurangi emisi partikulat. Dengan melapisi katalis reduksi berbasis vanadium atau saringan molekuler, NOx direduksi menjadi N₂ dan H₂O di bawah pengaruh suhu dan reaktor tertentu serta di bawah kondisi penyemprotan larutan urea.
Proyek: Pengolahan gas buang untuk pasokan daya cadangan pusat data Beijing
Proses: Denitrasi DPF+SCR
Indeks emisi: NOx menurun dari 1600 mg/Nm3 menjadi 50 mg/Nm3
Model yang sesuai: Perkins 1600KW*4 set kumulatif 6.4MV
Dalam penerapannya secara praktis, beberapa proyek telah mengadopsi teknologi pengolahan terpadu di atas. Dengan menggunakan teknologi DPF logam + SCR, polusi gas buang terhadap lingkungan dapat dikurangi secara efektif. Pengolahan komprehensif gas buang dari genset diesel merupakan proses kompleks yang melibatkan berbagai teknologi dan standar lingkungan yang ketat, yang sangat penting untuk melindungi lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan kemajuan teknologi yang berkelanjutan dan penguatan kebijakan perlindungan lingkungan, pengolahan gas buang di masa depan akan lebih efisien dan ramah lingkungan.
Waktu posting: 03-Jan-2025

