Sistem pembuangan pada genset harus mengumpulkan gas di dalam silinder mesin dan membuangnya secepat dan setenang mungkin. Sistem ini harus meminimalkan tekanan balik, yang menyebabkan hilangnya daya dan peningkatan suhu, sehingga memperpendek umur pakai mesin.
Beberapa faktor memengaruhi kinerja sistem pembuangan. Batasan bangunan, pengendalian kebisingan, kondensasi, getaran, pembuangan panas, dan peraturan bangunan harus dipertimbangkan.
Pipa knalpot
Setiap genset harus dilengkapi dengan sistem pembuangan asapnya sendiri. Menghubungkan atau berbagi saluran pembuangan asap meningkatkan kemungkinan asap masuk ke mesin atau peralatan yang sedang tidak beroperasi, sehingga memaparkannya pada gas korosif.
Gunakan pipa Schedule 40. Konstruksinya yang kokoh meredam getaran dan tahan terhadap korosi akibat kondensasi. Untuk meminimalkan tekanan balik pada tikungan sistem pembuangan, gunakan tikungan 90 derajat dengan radius minimal satu setengah kali diameter pipa.
Saat sistem mencapai suhu operasi, beban yang diberikan oleh pipa knalpot pada mesin tidak boleh melebihi 37 kg (60 lb).
Sambungan fleksibel diperlukan untuk mengurangi kelelahan akibat getaran pada komponen sistem pembuangan. Sambungan ini juga mencegah getaran menyebar ke seluruh bangunan dan dapat mengatasi masalah ketidaksejajaran selama pemasangan.
Pipa panjang memerlukan sambungan fleksibel untuk mengakomodasi pemuaian panas. Misalnya, pipa knalpot baja sepanjang 6 m (20 kaki) yang dipanaskan hingga 510°C (950°F) pada suhu 30°C (100°F) akan mengalami pemuaian sebesar 33 mm (1,3 inci). Demikian pula, penyangga pipa harus memungkinkan adanya pemuaian panas.
Pertimbangkan untuk memasang isolasi pada pipa. Pembakaran satu liter bahan bakar di mesin diesel dapat menghasilkan hingga satu liter uap air. Isolasi membantu menjaga gas buang tetap dalam bentuk gas dan mengurangi jumlah panas yang dipancarkan ke ruang generator.
Pasang pipa knalpot horizontal yang lebih panjang, jauh dari mesin dan sedikit miring ke bawah. Perangkap harus ditempatkan pada titik operasi terendah agar kondensat dapat dibuang.
Konsultasikan dengan produsen mesin Anda atau dealer-nya untuk spesifikasi knalpot yang benar.
Knalpot/peredam suara
Saat dipasang sedekat mungkin dengan mesin, peredam suara memberikan peredaman suara yang optimal dan meminimalkan getaran pipa. Seperti halnya pipa, peredam suara harus dipasang dengan sudut tertentu dan dilengkapi dengan saluran pembuangan kondensat.
Tersedia berbagai macam jenis knalpot yang dapat dipilih. Karena tingkat kebisingan bervariasi tergantung model mesin, daya, dan jarak yang diukur dari lubang knalpot, gunakan data pabrikan mesin dan data performa knalpot untuk memastikan tingkat kebisingan yang memadai untuk aplikasi Anda.
Lubang pembuangan bangunan
Pipa harus dipasang dengan jarak minimal 229 mm (9 inci) dari bahan yang mudah terbakar. Isolasi suhu tinggi atau bagian isolasi prefabrikasi dapat digunakan di atas pipa untuk melindungi dari radiasi panas. Pipa yang melewati dinding atau atap kayu memerlukan pelindung logam berdinding tunggal dengan diameter 305 mm (12 inci) lebih besar dari diameter pipa pembuangan. Selubung logam berdinding ganda harus berukuran 153 mm (6 inci) lebih besar dari diameter pipa. Pelindung harus sesuai dengan Buletin Asosiasi Perlindungan Kebakaran Nasional NFPA-110 dan kode bangunan setempat.
Baik cerobong asap horizontal maupun vertikal harus menjulang di atas atau menjauh dari bangunan. Saluran keluar pipa horizontal harus diarahkan menjauh dari arah angin yang dominan dan dipotong dengan sudut 30 hingga 45 derajat untuk mengurangi turbulensi gas dan kebisingan yang dihasilkan. Cerobong asap vertikal memerlukan penutup hujan yang memberikan sedikit tekanan balik dan dapat dibuka paksa dengan ventilasi. Dalam semua kasus, cerobong asap harus dijauhkan dari saluran masuk udara bangunan.
Waktu posting: 21 Desember 2023
