Pengolahan NOx | Bagaimana cara menangani gas buangan dari pembangkit listrik tenaga batubara?

Pengolahan NOx | Bagaimana cara menangani gas buangan dari pembangkit listrik tenaga batubara?

Pembangkit listrik tenaga batubara merupakan bagian penting dari pasokan energi global, dan pengolahan gas buangnya adalah kunci untuk mencapai energi bersih dan perlindungan lingkungan. Gas buang pembangkit listrik tenaga batubara terutama terdiri dari nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SO₂), partikulat (PM), karbon dioksida (CO₂), jelaga, dan lain-lain. Gas buang ini memiliki dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, pengolahan gas buang pembangkit listrik tenaga batubara sangat penting.

Pertama, bahaya gas buangan dari pembangkit listrik tenaga batu bara:

Sulfur dioksida dan nitrogen oksida adalah zat utama pembentuk hujan asam, yang menyebabkan kerusakan serius pada tanah, air, dan ekosistem. Partikel debu dan sulfur dioksida berbahaya bagi kesehatan manusia dan dapat menyebabkan masalah pernapasan; karbon dioksida, gas rumah kaca, semakin berkontribusi terhadap perubahan iklim global; logam berat juga dilepaskan ke lingkungan melalui pembakaran batu bara, yang menimbulkan ancaman jangka panjang bagi kesehatan manusia dan ekosistem.

Kedua, metode utama pengolahan gas buang pembangkit listrik tenaga batubara:

Peralatan pemurnian gas buang generator, pemurni gas buang DOC+DPF, terdiri dari katalis oksidasi DOC dan penangkap partikel DPF.
1. Penangkap partikel DPF: mencegat partikel dalam gas buang dengan metode fisik, kemudian membakar atau melarutkannya dengan pemanasan, pelembapan, dan cara lain, sehingga mencapai tujuan pemurnian.

87

2. Katalis oksidasi DOC: Melalui katalis tertentu, katalis ini mengubah zat berbahaya dalam gas buang menjadi zat yang tidak berbahaya, seperti karbon monoksida CO dan hidrokarbon HC menjadi karbon dioksida CO₂ dan air H₂O. Pada saat yang sama, katalis ini juga dapat menghilangkan oksida sulfur dalam gas buang dan mengubahnya menjadi sulfat.

88

3. Denitrasi gas buang: Teknologi denitrasi gas buang bertujuan untuk mengendalikan NOx dalam gas buang. Nitrogen₃ atau urea₃ digunakan sebagai zat pereduksi. Pada suhu dan katalis tertentu, NH₃ mereformasi NOx menjadi N₂ dan H₂O.

4. Emisi gas buang pembangkit listrik tenaga batubara ultra-rendah: tren industri pembangkit listrik tenaga batubara di dalam dan luar negeri, penggunaan teknologi emisi ultra-rendah dapat mencapai efek denitrifikasi yang relatif tinggi, dan mengurangi emisi jelaga.

89

Pengolahan gas buang pembangkit listrik tenaga batubara merupakan mata rantai penting untuk mencapai energi bersih dan perlindungan lingkungan. Dengan terus meningkatnya kesadaran lingkungan, berbagai teknologi pengolahan gas buang terus dikembangkan dan ditingkatkan, demi melindungi lingkungan dan kesehatan manusia. Melalui penggunaan teknologi pengolahan canggih dan pengolahan komprehensif, emisi polutan dapat dikurangi lebih lanjut, kualitas udara ditingkatkan, dan pembangunan berkelanjutan didorong oleh kemajuan dan inovasi teknologi yang berkelanjutan, pengolahan gas buang pembangkit listrik tenaga batubara akan menjadi lebih ilmiah dan ekonomis, serta mengurangi dampak gas buang terhadap lingkungan.


Waktu posting: 12 Agustus 2024