Denitrasi boiler dibagi menjadi denitrasi di dalam tungku dan denitrasi di luar tungku, di luar tungku menggunakan teknologi denitrasi SCR, ketiga jenis teknologi denitrasi ini relatif sudah mapan. Denitrasi boiler terutama dibagi menjadi tiga metode denitrasi: HNCR (denitrasi polimer), SNCR (denitrasi urea), dan SCR (teknologi reduksi katalitik selektif).
Sistem denitrifikasi SCR dapat mengolah nitrogen oksida (NOx) dalam gas buang, sehingga memenuhi standar emisi perlindungan lingkungan nasional atau standar emisi perlindungan lingkungan lokal. Area aplikasi utamanya adalah denitrifikasi genset, pengolahan nitrogen oksida energi terdistribusi, denitrifikasi SCR turbin gas, denitrifikasi suhu menengah pembakaran biomassa, dan pengolahan denitrifikasi suhu tinggi gas buang industri. Dapat mengontrol denitrifikasi gas buang organik pertanian dari generator. Kondisi aplikasinya berada dalam kisaran 180-600 derajat, dan skema standar perlindungan lingkungan yang sesuai dapat dipilih sesuai dengan kondisi kerja aktual dan persyaratan pemilik.
Reduksi Katalitik Selektif: Katalis reduksi katalitik selektif (SCR) dan larutan urea (atau amonia, NH3·H2O) sebagai zat pereduksi merupakan komponen inti pemurnian. Unit filter ini secara selektif mereduksi nitrogen oksida (NOx) dari gas buang menjadi nitrogen.
Reaksi SCR adalah reaksi reduksi katalitik kompleks yang melibatkan banyak komponen, dengan reaksi-reaksi utama sebagai berikut:
NH3·H2O→NH3↑+H2O (Reaksi hidrolisis urea)
NO+NO2+2NH3→2N2↑+3H2O (reaksi reduksi nitrogen oksida)
4NO + O2 + 4NH3 → 4N2↑ + 6H2O (Reaksi reduksi nitrogen monoksida)
2NO2+O2+4NH3→3N2↑+6H2O (reaksi reduksi nitrogen dioksida)
Waktu posting: 20 Desember 2023


