Pengolahan SCR pada Gas Buang Mesin Batubara/Gas Lapangan Minyak
Pengantar teknis
Pembangkit listrik tenaga gas TPA mengacu pada pembangkitan listrik melalui sejumlah besar biogas (gas TPA) yang dihasilkan oleh fermentasi anaerobik bahan organik di TPA, yang tidak hanya mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh pembakaran sampah, tetapi juga memanfaatkan sumber daya secara efektif.
Karena emisi nitrogen oksida dalam proses pembangkitan listrik tenaga gas TPA harus memenuhi persyaratan departemen perlindungan lingkungan, maka emisi tersebut perlu diolah sebelum dapat dilepaskan ke atmosfer.
Keunggulan teknis
1. Teknologi yang matang dan andal, efisiensi denitrifikasi tinggi, dan mengurangi pelepasan amonia.
2. Kecepatan reaksi yang cepat.
3. Injeksi amonia yang seragam, resistansi rendah, konsumsi amonia rendah, dan biaya operasional yang relatif rendah.
4. Dapat diaplikasikan untuk denitrifikasi pada suhu rendah, menengah, dan tinggi.
Karakteristik Teknis
1. Karakteristik pembangkit listrik tenaga gas alam:
Ini adalah energi fosil yang bersih. Pembangkit listrik tenaga gas alam memiliki keunggulan efisiensi pembangkitan daya yang tinggi, polusi lingkungan yang rendah, kinerja pengaturan puncak yang baik, dan periode konstruksi yang singkat.
2. Skema pengendalian emisi unit pembangkit listrik ramah gas alam
Dalam campuran gas yang dikeluarkan oleh genset gas alam, zat berbahaya tersebut terutama berupa oksida NOX. Oksida nitrogen adalah gas beracun dan iritasi yang berdampak buruk pada kesehatan dan lingkungan.
Nitrogen oksida NOx terutama mengandung nitrogen monoksida NO dan nitrogen dioksida NO2. Setelah nitrogen monoksida dilepaskan ke atmosfer, ia bereaksi secara kimia dengan oksigen di udara dan teroksidasi menjadi nitrogen dioksida NO2.
Pengolahan gas buang dari genset gas alam terutama mengacu pada pengolahan nitrogen oksida (NOx).
Saat ini, teknologi denitrifikasi SCR diakui sebagai teknologi yang relatif matang untuk menghilangkan nitrogen oksida (NOx). Teknologi denitrifikasi SCR memiliki pangsa pasar hampir 70% di dunia. Di Tiongkok, angka ini telah melampaui 95%.






