Pengolahan gas buangan dari pembangkit listrik biogas anaerobik
Pengantar teknis
Proses pengolahan biogas anaerobik bergantung pada generator untuk menggerakkan seluruh sistem pengolahan limbah. Untuk generator, diperlukan peralatan denitrifikasi dan pembangkit listrik yang sesuai. Green Valley telah mengembangkan seperangkat sistem denitrifikasi SCR "grvnes" untuk pengolahan nitrogen oksida dalam gas buang pembangkit listrik biogas anaerobik setelah bertahun-tahun melakukan penelitian yang cermat.
Keunggulan teknis
1. Teknologi yang matang dan andal, efisiensi denitrifikasi tinggi, dan mengurangi pelepasan amonia.
2. Kecepatan reaksi yang cepat.
3. Injeksi amonia yang seragam, resistansi rendah, konsumsi amonia rendah, dan biaya operasional yang relatif rendah.
4. Dapat diaplikasikan untuk denitrifikasi pada suhu rendah, menengah, dan tinggi.
Pembangkit listrik biogas anaerobik
Teknologi pembangkit listrik biogas anaerobik adalah teknologi baru untuk pemanfaatan energi secara komprehensif yang mengintegrasikan perlindungan lingkungan dan penghematan energi. Teknologi ini menggunakan sejumlah besar limbah organik di industri, pertanian, atau kehidupan perkotaan (seperti limbah kota, kotoran ternak, ampas penyulingan, dan air limbah, dll.), dan biogas yang dihasilkan dari fermentasi anaerobik digunakan untuk menggerakkan genset biogas guna menghasilkan listrik. Pembangkit listrik terintegrasi untuk menghasilkan listrik dan panas merupakan cara penting untuk memanfaatkan biogas anaerobik secara efektif. Pembangkit listrik biogas anaerobik memiliki manfaat komprehensif dalam hal efisiensi, penghematan energi, keamanan, dan perlindungan lingkungan.
Area aplikasi utama: Limbah organik dan air limbah domestik yang dibuang dari peternakan, pabrik alkohol, pabrik anggur, pabrik gula, pabrik produk kedelai, atau instalasi pengolahan air limbah dihasilkan melalui fermentasi anaerobik. Komponen utamanya adalah metana (CH4), selain karbon dioksida (CO2) (sekitar 30%-40%). Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun, memiliki kepadatan sekitar 55% dari udara, tidak larut dalam air, dan mudah terbakar.
Skema referensi untuk pengolahan gas buang dari pembangkit listrik biogas anaerobik:
1. Denitrasi SCR (reduksi katalitik selektif)
2. Penghilangan debu + denitrifikasi SCR
3. Penghilangan debu + denitrifikasi SCR + katalis penghilang amonia








